Beja ti Walanda
Mei 8th, 2009 | By Abu Haidar | Category: rihlahAssalamuálaikum
Alhamdulillah sekarang ana bisa online tiap hari sebab jaringan internet di mesjid Amsterdam sekarang sudah normal. Ana insya Allah bakal online setiap hari jam 07.00 waktu Amsterdam atau kira-kira jam 12.00 WIB. Jadi kalo antum mau chating siap2 di waktu tsb. Ok ?
Ana berangkat dari cengakareng sore jam 18.45 WIB. Transit kira-kira 1 jam di Kuala Lumpur. Lalu terbang lagi ke Amsterdam.Ana mendarat di Schipol jam 05.45 waktu setempat atau jam 10.45 WIB. Jadi ana menempuh perjalanan dari Jakarta ke Amsterdam teh kira-kira 16 jam. Lama nya ? Meni cangkeul, kesel,dan panas bujur !
Waktu keluar dari pesawat ada 3 orang polisi lagi menanti. Pas ana kaluar pesawat salah seorang polisi menghampiri ana lalu meminta passport. Setelah ana memberikan passport dia nanya macam-macam. Nanya keperluan, berapa lama, dimana tinggal, asuransi, tiket pulang dll. kira-kira 10 menit ana tertahan disana. Setelah ana jawab lalu ana dipersilakan jalan. Akkibatnya ketika sampai di pemeriksaan imigrasi ana ada pada urutan terakhir. Disini ana kembali tertahan. Mungkin petugas imigrasi melihat tidak ada orang lain yang antri di belakang ana maka dia memeriksa ana dengan teliti. Ada sedikit masalah pada dokumentasi ana. Dan ini jadi alasan mereka untuk mencecar ana dengan pertanyaan yang menyudutkan. Di tiket tercantum bahwa jadwal kepulangan ana adalah tanggal 11 Mei tapi asuransi ana hanya berlaku sampai tanggal 7 Mei. Berarti sejak tanggal 8 sampai tanggal 11 ana tidak mempunyai jaminan asuransi. Inilah yang mereka permasalahkan. Ana bilang bahwa ana akan memajukan kepulangan ana jadi tanggal 7. Setelah melalui obrolan yang agak alot akhirnya ana dilepas juga.
Masalah belum selesai sampai disana, tapi terus berlanjut. Ketika ana mau keluar gedung bandara, ana kembali dihadang oleh beberapa petugas pemeriksa koper. Mereka menanyakan isi koper dan menyuruh membuka.
Akhirnya denganm deg-degan ana buka. Mereka terkejut ! Isi koper penuh buku tentang Islam dan ada tulisan Arab. Ana jelaskan bahwa buku itu pesanan saudara yang mengundang ana.Isi buku itu mengupas tentang budaya Indonesia. Mereka membuka buku-buku itu satu per satu dan menanyakan isi buku itu setiap kali mereka membukanya. Ana menjelaskan bahwa isi buku itu tentang ajaran moral kebaikan. Menyuruh saling tolong dengan sesama, saling memperhatikan, saling bantu,dll. Dan semua itu merupakan budaya asli bangsa Indonesia.Akhirnya mereka mangut-manggut dan membereskan lagi semua buku dan vcd yang telah acak-acakan. Ana rek ngisi deui. Engke dilanjut nya ! Cag.
Artikel Yang Berkaitan:

Bismillaahirrahmaanirraahiim,
Alhamdulillah…..bisa jumpa meski cuman lewat website…he..he…
Bagaiman khabar ustadz, damang? Enak yah di belanda…..dingin kali yah…he..he…
Kang dadang di ajak nggak? he…he…Kalau nanti udah nyampai ti bandung,salam buat the special one ini….he..he..
Fathony
Alhamdulillah kabar saya baik. Di Belanda ada enaknya ada gak enaknya. Memang dingin banget ….bbrr….. Dadang gak diajak ah ribet. Kapan antum mau ke Bandung ?