Kabar dari Amsterdam

Mei 8th, 2009 | By Abu Haidar | Category: rihlah

Alhamdulillah Washshalatu wassalamu ála rosulillah wa ba’du :

Atas izin Allah Ana tiba di Amsterdam tanggal 23 April 2009 pagi hari jam 05.45 waktu setempat atau jam 10.45 WIB. Sekeluarnya dari bandara sudah ada 2 orang yang menunggu. Dua wajah ramah yang tidak asing bagi ana menyambut dengan hangat. Mereka memberi pelukan kerinduan di pagi yang dingin tersebut. Pelukan itu memberi kehangatan yang menyejukkan.Ana merasa nyaman dan merasa seperti tiba di negeri sendiri. Mereka adalah Pak Abdullah Aziz Balbaid dan Pak Naufal. Lalu sambil berjalan menuju mobil kami ngobrol selayaknya orang yang baru jumpa setelah terpisah 3 bulan. Memang kami pernah bertemu pada bulan Desember yang lalu dalam acara dan tempat yang sama.

Di Amsterdam ana tinggal di rumah orang Marokko (jazahullahu khoirol jazaa) yang ditinggal pemiliknya untuk berlibur ke negerinya. Rumah ini berukuran kira2 8 x 8m dengan isi 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang tamu 1 dapur dan 1 gudang kecil. Ana merasa nyaman tinggal di sini. Seluruh kebutuhan harian ana sudah lengkap disediakan oleh panitia disini, mulai dari makanan, minuman, buah2an, sabun dan alat2 masak yang lengkap. Setiap hari selalu ada ikhwan panitia yang mengantar makanan sekalian mengontrol persediaan kalau2 ada yang habis atau ada yang ana butuhkan. Mereka memberi servis yang tidak mengecewakan. Setiap pergi ke mesjid selalu diantar jemput oleh panitia dengan mobil. Sekalipun jarak rumah dan mesjid hanya 1 km tapi mereka tidak membiarkan ana untuk jalan kaki. Tapi sekali-kali kalau cuaca sedang cerah ana sengaja berjalan kaki ke mesjid selain mengejar pahala juga untuk menggerakkan badan serta menikmati suasana di jalan yang
menyenangkan. Udara begituu sejuk dengan suhu siang antara 15 – 18 derajat Celcius, jalan mulus yang serba teratur, bebas macet, polusi dan kesemrawutan memberikan kenyamanan tersendiri yang tidak pernah terasakan ketika berada di negeri sendiri. Ada taman tengah kota yang ana lalui ketika menuju mesjid. Kondisinya begitu bersih, tertata rapih dengan banyak burung dan unggas liar yang berkeliaran secara bebas. Ada beberapa anak yang bermain dengan riang di bawah pengawasan orang tuanya dengan beragam permainan. Ana jadi teringat pada keluarga di kampung halaman. Betapa menyenangkannya kalau suatu saat ana bisa membawa mereka ke tempat yang nyaman ini untuk sekedar melepas kepenatan dari rutinitas harian.

Daurah di Amsterdam yang mengambil tempat di mesjid PPME (Perhimpunan Pemuda Muslim Eropa)dimulai tanggal 24 April. Ada empat sesi dalam sehari dengan empat materi yang berbeda. Sesi 1 dilakukan ba’da subuh sejak jam 5 sampai jam 6.30 dengan bahasan kalimat tauhid. Sesi 2 diadakan ba’da dhuhur membahas hadis Arbaín Nawawi dari jam 14.15 sd jam 16.00. Jadwal shalat dhuhur disini jam 14.00. Sesi 3 dan ke 4 membahas kitab Ushulus Tsalatsah sebagai materi inti langsung dilanjut dengan pembahasan dzkrul maut dari jam 18.00 sampai jam 21.00. Jadwal shalat asar disini jam 18.00 sedangkan magrib jam 21.00 dan isya jam 23.00.

Sebenarnya acara inti daurah adalah yang sesi ke 3 dan 4 sejak jam 18 sd 21.00. Jumlah mustaminya bisa mencaoai lebih dari 150 orang karena mereka sudah pulang kerja. Oleh karena itu acara diskusinya jauh lebih hidup dan lebih seru di banding yang pagi atau siang. Adapun sesi 1 dan 2 jumlah yang hadir hanya sedikit karena umumnya mereka kerja.

Seluruh materi daurah ini direkam dan dishoot dengan video. Rencananya semua materi akan di cd-kan dan nantinya akan disebarluaskan sehingga bisa dinikmati ole semua orang.

Daurah di Amsterdam iniakan berakhir pada tanggal 6. Tanggal 7 direncanakan ada akan ke Leiden untuk mengunjungi perpustakaan disana yang katanya memuat kitab2 secara lengkap lalu sorenya langsung ke Delf untuk memenuhi undangan dari paguyuban urang sunda. Disana ana diminta ngisi dengan basa sunda dan insya Allah akan disiarkan secara online.

Tanggal 8 ba’da jumat ana direncanakan akan berangkat ke sebuah kota di Jerman untuk mengisi kajian disana. Insya Allah ana akan berada di Jerman sampai tanggal 10 lalu kembali ke Amsterdam pada sore harinya. Kalau tidak ada aral melintang insya Allah ana akan pulang ke Indonesia tanggal 11 jam 20.55 dengan pesawat KLM dan akan mendarat di Jakarta tanggal 12 jam 17.15.

Semoga Allah melancarkan dan memudahkan semua urusan ini dan meridhoinya.

Washallallahu ála nibitina Muhammad waála alihi wa shahbihi wasallam.

Abu Haidar

Artikel Yang Berkaitan:

  1. Amsterdam 3
  2. Beja ti Walanda
  3. Dauroh Islam Ilmiyah III PPME Amsterdam
Tags: , ,

12 Comments

  1. Ola mengatakan:

    Assalamualaikum warahmatulahiwabarakatuhu,

    Ana berharap semoga ustadz Abu Haidar dapat diundang setiap tahunnya ke PPME Amsterdam untuk memberikan kajian2 ilmiah Islam yang benar sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Karena tidaklah ada kata yang indah jika saudara semuslim kita ini berjalan di jalan manhaj yang benar..

  2. Apriyanto Abu Sidiq mengatakan:

    Assalamu alaikum warohmatullhi wa barokatuh
    Subhanallah, mugi janteun perjalanan anu pinuh barakah. amin

  3. Abu Farid mengatakan:

    Assalamu alaikum warohmatullhi wa barokatuh

    Alhamdulillah ,kami senang sekali mendapatkan banyak ilmu selama ustadz di Amsterdam.
    jazakallah khoir ,semoga ini menjadikan amal sholeh ustadz

    salam kami dari Amsterdam
    Abu farid winarna

  4. Andy Machmud mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum warohmatullah ya ustadz,

    Ana dari amsterdam mengucapkan terima kasih kepada ustadz yang telah memberikan dauroh yang sungguh bermanfaat kepada kita semua dan semoga Allah selalu memberikan waktu, kekuatan dan kemudahan supaya tetap bisa menyebarkan ilmu di mana-mana dan juga untuk mengunjungi kami di PPME di masa depan.

    Mohon maaf juga di hari keberangkatan ustadz kembali ke indonesia ana tidak hadir dan insya Allah kita bisa berjumpa lagi di lain waktu.
    Website ini sungguh bermanfaat dan bagus sekali lay outnya dan mudah di baca dan di mengerti untuk orang yang dangkal ilmunya seperti ana ini.

    JazakAllah ya ustadz dan mohon maaf atas kekurangan yang ustadz alami selama di amsterdam,
    Wabillahi taufiq wal hidayah,

    Wassalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    • Abu Haidar mengatakan:

      Waálaikum salam warahmatullahi wabarakathu.
      Apa kabar Andi ? Gimana kerjaannya ? Semoga lancar dan baik2 saja. Saya tidak akan melupakan Semua jerih payah dan pengorbanan antum dalam mengantar jemput saya selama di Amsterdam. Semoga Allah membalas semua kebaikan antum dengan balasan berlipat ganda dunia dan akhirat. Selama di Amsterdam tak ada kekurangan baik dalam hal servis atau sikap. Semuanya amat memuaskan. Sebaliknya saya mohon maaf telah merepotkan selama disana. Semoga kita bisa berjumpa kembali.
      Wassalam.

  5. ummu shodri mengatakan:

    Rasa haru menyelimuti hati ana ketika membaca baris demi baris cerita perjalanan da’wah ustadz di Amsterdam dan sekitarnya. Alhamdulillah, semoga Alloh bukakan jalan bagi saudara-saudara muslim di sana untuk meniti jalan alhaq, dan semoga ridho Alloh meliputi da’wah ustadz hari kemaren, hari ini, dan hari-hari yang akan datang…insyaalloh.

    Tulisan-tulisan ustadz kami tunggu….sebagai siraman rohani, dan sarana pembelajaran bagi kami sekeluarga…

    ummu Shodri

  6. Shodri mengatakan:

    Membaca tulisan ustadz sepertinya dakwah disana diterima oleh masyarakat disana. kalo ada dana ana jadi pengen ikut kesana. Boleh gak ustadz?

  7. yodi si arsitek tea mengatakan:

    assalaamu ‘alaikum, tadz kumaha kabarna?moga2 dakwah tauhid diterima oleh masyarakat belanda.

  8. kholid syamhudi mengatakan:

    Assalamu’alaikum
    ana turut bahagia dengan rihlahnya ustadz semoga menjadi amal kebaikan dan menjadi pencerahan kepada kaum muslimin di belanda
    Wassalam


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>