Beberapa Faidah Bagi Penuntut Ilmu (1)

Jul 27th, 2009 | By Abu Haidar | Category: Ilmu

Faidah pertama :

Seorang penuntut ilmu harus memperhatikan beberapa perkara ketika mempelajari ilmu, ilmu apapun yang dipelajarinya :

1. Menghafalkan matan (teks/redaksi) kitab-kitab yang ringkas.

Bila engkau akan mempelajari ilmu nahwu, maka hafalkanlah kitab yang ringkas tentangnya. Bila engkau seorang pemula maka saya tidak melihat ada kitab yang lebih bagus dari pada kitab Matan Al Ajurumiyyah karena kitab ini jelas, lengkap, dan ringkas, serta mengandung barokah, kemudian kitab Matan Alfiyah Ibnu Malik karena kitab ini ringkasan ilmu nahwu, sebagaimana dinyatakan dalam kitab itu sendiri :

أَحْصَى مِنَ الْكِفَايَةِ الْخُلاَصَة
                 كَمَا اقْتَصَى غَنِيُّ بِلاَ خَصَاصَة

Aku cukup dengan ringkasan

Sebagaimana orang kaya membutuhkan yang sedikit

Dalam masalah fiqih hafalkanlah Matan Zaadul Mustaqni’ karena kitab ini dilengkapi dengan syarah (penjelasan) dan catatan kaki serta pengajaran, sekalipun beberapa matan lain lebih bagus dari kitab ini dari satu segi akan tetapi dia lebih bagus dari kitab lain dari segi lainnya karena banyaknya masalah yang ada di dalamnya dan banyaknya komentar dan perhatian orang terhadapnya.

Dalam masalah hadis hafalkanlah Matan ‘Umdatul Ahkam, kalau engkau sudah meningkat maka hafalkanlah kitab Bulughul maram. Dan kalau engkau bertanya harus memilih yang pertama ataukah yang kedua, maka kitab Bulughul maram lebih baik karena dia lebih banyak menngumpulkan hadis dan karena Al Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullah menjelaskan tentang derajat hadis.

Dalam masalah tauhid, kitab yang paling bagus dari yang telah kami baca adalah Kitaabut Tauhiid karya Syaikhul Islam Muhammad Bin Abdul Wahhab. Tentang Asma dan Sifat Allah, kitab yang paling bagus yang telah saya baca adalah al-’Aqidah al-Washitiyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Ini adalah kitab yang lengkap, penuh barokah, dan amat bermanfaat, dan seterusnya. Dari setiap disiplin ilmu ambillah sebuah kitab yang ringkas dan hafalkanlah.

2. Menelaah dan meminta penjelasan

Yakni kepada seorang guru yang sudah mantap serta meneliti lafadz-lafadznya, dan kelebihan atau kekurangannya.

3. Tidak menyibukkan diri dengan kitab-kitab yang panjang.

Point ini sangat penting bagi penuntut ilmu. Pertama kali dia harus memantapkan dulu dalam kitab yang ringkas sehingga ilmunya tertancap kuat di dalam otaknya. Kemudian barulah dia melangkah kepada kitab-kitab yang panjang. Akan tetapi sebagian penuntut ilmu kadang-kadang bersikap aneh, dia menelaah kitab-kitab yang panjang, kemudian apabila dia duduk dalam satu majelis, dia berkata :” Telah berkata pengarang Al Mughni, telah berkata pengarang Al Majmu’,  telah berkata penyusun Al Inshaf, telah berkata pengarang  AL Hawy, …..” hanya untuk menunjukkan bahwa penela’ahannya luas. Ini adalah sikap yang salah. Kita katakan : Mulailah dengan yang ringkas sehingga ilmu tertanam di dalam pikiranmu, kemudian jika Allah memberi karunia kepadamu, maka silakan menyibukkan diri dengan yang panjang. Sebagai kiasan hal itu seperti  menurunkan orang yang belum pernah belajar berenang ke lautan yang dalam, maka dia tidak akan mampu selamat, apalagi bisa langsung lancar (mahir).

4. Janganlah berpindah dari satu kitab yang ringkas kepada kitab yang lainnya tanpa ada pertimbangan yang mengharuskan.

Karena sikap ini termasuk sikap bosan. Ini adalah penyimpangan yang besar yang akan membuat si penuntut ilmu terputus dari belajarnya dan menyia-nyiakan waktu. Jika setiap hari dia menelaah satu kitab (satu hari dengan satu kitab yang berbeda), maka cara ini salah menurut metode dalam mencari ilmu. Bila engkau menelaah satu kitab dari kitab-kitab ilmu maka teruskanlah, jangan engkau katakan :” Saya membaca satu bagian atau satu fasal dari buku ini, kemudian saya berpindah kepada kitab lain.” Ini adalah (metode yang) menyia-nyiakan waktu.

5. Mencari faidah dan rumusan ilmiyah.

Faidah-faidah yang hampir tidak muncul dalam pikiran atau yang jarang disebut dan terlihat, atau sesuatu yang baru yang membutuhkan penjelasan hukum dalam hal itu, carilah yang seperti itu dan ikatlah dengan mencatatnya, jangan engkau katakan bahwa ini sesuatu yang sudah ma’lum bagi saya, saya tidak perlu mencatatnya. Karena engkau suka cepat lupa. Betapa banyaknya faidah yang berlalu di hadapan manusia, lalu dia berkata : “Ini adalah hal yang mudah yang tidak perlu dicatat.” Kemudian setelah beberapa waktu dia mengingat-ingat lagi tapi tidak dia dapatkan.

Oleh karena itu bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan faidah yang jarang ada atau yang ada dalam bentuk yang baru. Dan kitab terbaik yang saya lihat tentang hal yang seperti ini adalah kitab Badai’ul fawaid karya al-’Allamah Ibnul Qoyyim. Di dalamnya terkandung ilmu-ilmu yang mengagumkan yang hanmpir-hampir tidak engkau dapatkan di kitab lain. Dia mencakup semua cabang ilmu, setiap kali muncul satu masalah dalam pikirannya atau mendengar satu faidah, dia langsung mengikatnya (mencatatnya), oleh karena itu engkau dapatkan di dalamnya ilmu aqidah, fiqih, hadis, tafsir, nahwu, balaghah dan lain-lain.

Bersungguh-sungguh pulalah dalam memperhatikan rumusan-rumusan. Diantara rumusan tersebut adalah apa yang diterangkan oleh para ulama berupa alasan-alasan (’illat) hukum, karena sesungguhnya semua alasan hukum fiqih dianggap rumus, karena dia merupakan dasar dibangunnya hukum tadi. Ingat-ingatlah hal ini. Saya mendengar sebagian ikhwan sekarang menelaah rumusan-rumusan dari kitab Ar Raudhul Murabba’ dan menelitinya. Saya katakan, lebih baik yang melakukan ini adalah satu kelompok yang meneliti kitab Ar Raudhul Murabba’ dari awal sampai akhir. Setiap kali diterangkan satu alasan (’illat) hukum maka hendaklah dicatat karena setiap alasan (’illat) menjadi dasar dibangunnya banyak persoalan, karena ilmu mempunyai rumus yang mencakup perkara juz’iyyah yang banyak. Contohnya apabila seseorang ragu terhadap suci atau najisnya air maka dia harus membangun sikapnya di atas keyakinan. ‘illat ini dianggap hukum dan rumus.

Juga alasan yang mengatakan bahwa pada asalnya sesuatu itu tetap di atas keadaan sebelumnya. Maka apabila seseorang ragu tentang kesucian sesuatu yang suci, maka sesuatu itu tetap suci, atau ragu tentang kesucian sesuatu yang najis, maka sesuatu itu tetap najis, karena pada asalnya sesuatu itu tetap di atas keadaan sebelumnya.

Apabila seorang penuntut ilmu menemui ‘illat-’illat seperti ini, lalu dia mencatatnya dan menelitinya, kemudian dia berusaha di masa yang akan datang untuk membangun perkara-perkara yang juz’iy di atas ‘illat-’illat tadi maka pasti di dalam hal ini terkandung faidah yang besar bagi dia ataupun bagi orang lain.

6. Kerahkan semua potensi dirimu untuk mencari ilmu.

Jangan menoleh ke kiri atau ke kanan. Curahkan kemampuan dirimu untuk mencari ilmu selama kamu menyadari bahwa ini adalah manhajmu dan jalan hidupmu. Juga kerahkan kemampuan dirimu untuk selalu meningkat dan jangan tetap di tempat. Pikirkan tentang tingkatan ilmu yang telah kau capai berupa persoalan-persoalan dan dalil-dalil sehingga engkau meningkat sedikit-demi sedikit. Mintalah bantuan kepada orang yang dipercaya baik teman ataupun saudara dalam masalah yang membutuhkan pertolongan, janganlah engkau malu untuk mengatakan : “Wahai Fulan bantulah saya untuk menelaah masalah ini dengan meneliti kitab-kitab”. Seseorang tidak akan memperoleh ilmu karena malu, maka tidak akan mendapatkan ilmu orang yang pemalu dan yang takabbur.

(Bersambung)

Diterjemahkan  dari Kitab Al-Ilmu oleh Syaikh Al-Utsaimin Rohimahulloh

Artikel Yang Berkaitan:

  1. Akhlak Yang Baik Dan Pentingnya Hal Itu Bagi Para Penuntut Ilmu (5)
  2. Akhlak Yang Baik Dan Pentingnya Hal Itu Bagi Para Penuntut Ilmu (1)
  3. Akhlak Yang Baik Dan Pentingnya Hal Itu Bagi Para Penuntut Ilmu (3)
  4. Akhlak Yang Baik Dan Pentingnya Hal Itu Bagi Para Penuntut Ilmu (6)
  5. Akhlak Yang Baik Dan Pentingnya Hal Itu Bagi Para Penuntut Ilmu (4)

One Comment

  1. Abu Ridho mengatakan:

    Jazakalloh khoir, artikel ini sangat bermanfaat utk memompa semangat sekaligus motivasi dan juga memberi pencerahan cara menuntut ilmu yg baik dan benar. Insya Allohu ta’ala.


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>