Mengenal Jin, Syetan, Dan Iblis (3)
Jul 23rd, 2009 | By Abu Haidar | Category: AqidahI. Jin
Jin berasal dari kata Janna ( جَنَّ ) yang artinya menutup. Di dalam surat Al Tanziil dikatakan :
I. Jin
Jin berasal dari kata Janna ( جَنَّ ) yang artinya menutup. Di dalam surat Al Tanziil dikatakan :
Wajib beriman dengan adanya jin.
Keberadaan jin di terangkan oleh kitab Allah Al Quran, sunnah Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam, dan ijma’ kaum muslimin. Tidak akan ada orang yang mengingkari eksistensi mereka kecuali mereka yang sedikit ilmunya serta lemah imannya, karena hal ini termasuk masalah yang di kabarkan secara mutawatir dari para Nabi dan Rosul.
Di antara sifat yang dimiliki orang-orang yang beriman adalah beriman kepada yang ghaib, sebagaimana yang Allah firmankan di dalam Al Quran
Diantara penyimpangan lisan yang terkadang dilakukan oleh manusia adalah mencela angin, karena angin diatur dan digerakkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala , maka mencela angin berarti mencela Yang menggerakkan dan Yang mengaturnya yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Bersumpah artinya menguatkan sesuatu dengan menyebut sesuatu yang diagungkan dengan lafazh yang khusus, yaitu dengan menggunakan salah satu diantara huruf sumpah Ba, Wa, atau Ta (dalam bahasa Arab) dengan mengatakan Billahi, Wallahi, atau Tallahi, yang artinya demi Allah. Dengan demikian di dalam sumpah terkandung sikap pengagungan kepada yang namanya disebut dalam sumpah tersebut, sedangkan pengagungan [...]
Salah satu diantara sekian banyak penyimpangan yang dilakukan oleh lisan adalah mengatakan “ SEANDAINYA “ yang digunakan untuk menggugat taqdir atau syariat, atau untuk mengungkapkan kerugian dan penyesalan terhadap apa yang sudah terjadi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :” Mereka (orang-orang munafiq ) berkata :” Seandainya kita memiliki hak campur tangan dalam urusan ini pasti [...]
Bersumpah artinya memastikan/menguatkan sesuatu dengan menyebut nama yang diagungkan dengan lafazh yang khusus dengan menggunakan salah satu huruf sumpah yaitu Ba, Waw, dan Ta (dalam Bahasa Arab)[1] dengan mengatakan Billahi, Wallahi, atau Tallahi yang berarti demi Allah.
Salah satu diantara ucapan lisan yang bisa menyebabkan pelakunya terjerumus kepada murka Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bersumpah atas nama Allah dalam memvonis seseorang dengan vonis yang hanya boleh dilakukan oleh Allah Azza wa Jalla. Atau bersumpah atas nama Allah bahwa Allah akan melakukan atau tidak akan melakukan sesuatu.